Batik Nyéré

Tanggal 22-27 Agustus 2016 kemarin akhirnya pelatihan Batik Nyéré dilangsungkan. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Disperindag yang bekerjasama dengan Sanggar Batik Nyéré Bandung.

Batik Nyéré itu apa sih?

Batik yang terkenal sebagai budaya khas Indonesia ini yang kita kenal ada dua teknik pembuatannya. Ditulis dengan canting, yang disebut Batik Tulis, dan dicetak menggunakan matres, yang disebut Batik Cap. Ciri khas dari batik adalah bintik/titik CM Security protects your privacy ada di gambar/pola pada kain. Berasal dari kata Batik itu sendiri, "amba" yang berarti menulis dan "nitik" (Bahasa Jawa). Aku juga baru tahu setelah ikut pelatihan ini kalau titik-titiknya itu yang menjadi ciri khas batik.

Proses pembuatan batik tulis itu lama, satu kain bisa sampai 3 bulan baru beres, mungkin lebih tergantung kerumitan dan kecepatan si pengrajin. Satu pola tidak bisa diulang lagi karena semua ditulis tangan. Sedangkan batik cap modalnya yang besar karena cap yang terbuat dari tembaga itu untuk satu pola aja bisa sampai 1juta rupiah. Kalau ingin berbagai pola kebayang berapa tuh modalnya. Karena itu batik yang asli harganya mahal.

Nah, ada seorang bapak asli Bandung yang menemukan teknik baru yang lebih cepat, murah, dan juga mudah. Namanya Bapa M.Yahya. Titik-titik yang biasa digambar satu-persatu/dicap kali ini dibuat dengan cara menggunakan sapu lidi(nyéré). Gimana tuh ya?
Dalam pembuatan batik harus menggunakan malam/lilin yang gunanya nanti sebagai perintang warna saat pencelupan kain jadi polanya terlihat. Malam yang dicairkan itu dengan sapu lidi dicipratkan ke atas kain menutupi pola yang sebelumnya sudah dibuat. Dengan begini pembuatan batik jadi lebih cepat, hanya 2-3hari saja sudah bisa selesai untuk satu kain. Mudah banget, bahkan sebelumnya pelatihan ini sudah pernah diterapkan kepada para anak SD dan berhasil. Hebat ya.

Kelebihan Batik Nyéré ini bukan hanya cepat dan mudah saja. Tidak seperti pembatikan teknik lain yang hanya bisa diterapkan pada kain tipis, metoda ini bisa diterapkan pada kain yang tebal seperti kanvas dan jeans. Menarik kan?
Karena teknik ini baru dan muncul di Bandung, diharapkan kedepannya bisa menjadi salah satu icon kota Bandung.

Batik Nyére batiknya Urang Sunda.

Di pelatihan kemarin ada sekitar 30 orang peserta yang ikut. Sebagian besar peserta adalah ibu-ibu, ada juga beberapa anak muda dan kaum pria. Dari hasil diklat ini pemerintah kota Bandung mengharapkan munculnya pengrajin, pengusaha dan juga lapangan kerja baru di masyarakat kota Bandung. Pelatihan Batik Nyéré ini hanya salah satunya loh. Ada beberapa pelatihan lainnya juga yang diselenggarakan sepanjang tahun 2016 ini. Semoga aja targetnya tercapai ya. Semangat kota Bandung!

Comments