Hmm.
Kapan-kapan ingin makan disana lagi dan mencoba menu lainnya.
Semalam sehabis pulang mengajar tiba-tiba saja diajak makan sushi oleh salah satu sahabatku. "Ke Sushi Tei, yuk," katanya. Ya berhubung sedang bisa dan memang rindu makan di luar jadi kami kesana. Karena ini adalah pertama kalinya bagi kami berdua jadi sepanjang perjalanan menuju kesana kami tidak bisa menahan diri antara senang dan penasaran.
Yang kami datangi yaitu Sushi Tei yang terletak di Setiabudhi. Begitu masuk kami ditawari ingin duduk dimana dan aku langsung mengklaim bar. Sejak dulu memang ingin sekali duduk di depan bar sushi dan melihat para koki bekerja dari dekat mempersiapkan pesanan kita. Begitu duduk langsung disuguhi pemandangan sushi putar yang berjalan di atas mesin. Rasanya tangan ingin mengambil saja tapi mengingat belum hapal piring warna apa dihargai berapa harus tahan diri. Meski uang siap tapi tidak ada salahnya berjaga-jaga hehe.
Aku sudah pernah makan di beberapa tempat atau restoran yang menyediakan sushi di Bandung, dari mulai yang bercita rasa Indonesia sampai yang mendekati cita rasa Jepang. Ingin tahu menu yang disuguhkan disini termasuk yang mana, meski jika dilihat dari reputasi dan juga kualitas aku yakin pasti setidaknya sangat mendekati original jika tidak memang benar-benar original. Yang pasti di restoran manapun itu aku harus pesan Tamagoyaki! Memang kesannya murah dan simpel jika dibandingkan menu lain, tapi karena aku suka sekali telur dan ingin mengetes bagaimana rasa Tamagoyaki disini jadi menu pertama sudah dipastikan.
Lalu berikutnya yang berbasis ikan ya. Inginnya sih seafood seperti kepiting atau udang. Mengingat aku punya alergi terhadap seafood sedih rasanya. Akhirnya sahabatku yang memesan menu-menu itu, sedangkan aku memesan yang berisi tuna saja. Sambil menunggu pesanan datang aku mempersiapkan beberapa hal seperti shoyu, wasabi, dan irisan jahe merah di mangkuk saji. Sahabatku yang meilhat aku mengambil wasabi sempat mengerenyit tidak percaya. Kubilang bahwa wasabi itu tidak seburuk yang dipikirkan dan dia harus mencobanya nanti. Asalkan porsinya pas pasti enak.
Sekitar dua puluh menit kemudian pesanan kami semuanya sudah lengkap dan kami mulai makan. Seperti yang dijanjikan sahabatku mencoba memakan salah satu sushinya dengan menambahkan sedikit wasabi. Awalnya dia hanya mengunyah diam. Setelah selesai dia tersenyum dan bilang ingin lagi. Aku sempat tertawa kecil dan sudah kuduga dia pasti akan suka. Ya karena kami berdua sama-sama suka mencoba-coba makanan baru jadi sudah tidak aneh lagi sih. Sambil makan kami mengobrol dan diselingi komentar-komentar mengenai makanan yang kami santap. Awalnya masing-masing dari kami tidak yakin menu yang kami akan cukup, tapi setelah hampir habis terasa kenyang sekali. Padahal lidah masih ingin merasakan tapi perut sudah tidak kuat haha. Belum lagi dessert yang aku pesan belum dikeluarkan. Yang tadinya berencana ingin tambah pesanan harus diurungkan.
Aku pesan Taiyaki Ice Cream. Meski sebenarnya aku ingin Taiyaki yang biasa saja seperti aslinya. Karena adanya ini ya tidak apa-apa lah. Di gigitan pertama sudah terasa enaknya. Meski perut penuh tapi kalau untuk dessert selalu ada ruang cadangan ya.
Setelah semua habis kami tidak berlama-lama duduk disana. Ya karena sudah malam juga. Di perjalanan pulang kami berdua merasa mengantuk. Rupanya karena terlalu kenyang dan juga puas mungkin ya. Harga yang dibayar pun tidak seberapa karena lidah kami terpuaskan. Intinya semua menu yang kami pesan tidak ada yang mengecewakan! Tempatnya pun juga enak.
Kapan-kapan ingin makan disana lagi dan mencoba menu lainnya.



Comments
Post a Comment